AKHLAQ
TERPUJI SYUKUR
Syukur adalah ungkapan tentang kebaikan untuk membalas
nikmat, baik dengan ucapan, anggota badan atau dengan hati. Dan syukur menurut
'urfiy (kebiasaan agama), adalah seorang hamba menggunakan semua yang Allah
nikmatkan kepadanya dari pendengaran, penglihatan dan selain keduanya, sesuai
dengan tujuan diciptakannya (untuk beribadah).
Cara Syukur kepada yang ada di atasmu dengan cara
mentaatinya, dan kepada yang sebanding denganmu dengan membalas kebaikannya
sedangkan kepada yang ada di bawahmu dengan berbuat baik kepadanya. Lihat,
Kitab al-Ta'rifat, hal. 128, Tafsir al-Maraghly, 1: 115.
1.
Allah ta'ala berfirman,
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ
شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ والأبْصَرَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ.
"Dan Allah mengeluarkan kamu
dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi
kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur." Qs. an-Nahl [16]: 78.
2.
Allah ta'ala berfirman,
فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللهُ حَلَيْلاً طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ
اللَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ
الْمَيْتَةَ وَالدِّمَ وَلَحْمَ الْخِزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ،
فَمَنِ اضْطُرْ غَيْر بَاغِ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ.
"Maka makanlah yang halal
lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan syukurilah
nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya menyembah. Sesungguhnya Allah hanya
mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang
disembelih dengan menyebut nama selain Allah, tetapi barang siapa yang terpaksa
memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Qs. an-Nahl [16]: 114-115.
3.
Allah ta'ala berfirman,
وَلَقَدْ
وَآتَيْنَا لُقْمَنَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا
يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ، وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ.
Dan sesungguhnya telah Kami
berikan hikmah kepada Luqman, Yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan
barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur
untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang kufur, maka sesungguhnya Allah Maha
Kaya lagi Maha Terpuji." Qs. Luqman [31]: 12.
4.
Allah ta'ala berfirman,
وَإِذْ قَالَ
مُوسَى لِقَوْمِهِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ أَعْجَنَّكُم مِّنْ
ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ وَيُذَيحُونَ أَبْنَاءَكُمْ
وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ وَفِي ذَلِكُم بَلَاءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ )
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ
إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ وَقَالَ مُوسَى إِن تَكْفُرُوا أَنتُمْ وَمَن فِي
الْأَرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ.
Dan (ingatlah), ketika Musa
berkata kepada kaumnya: "Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia
menyelamatkan kamu dari (Fir'aun dan) pengikut-pengikutnya, mereka menyiksa
kamu dengan siksa yang pedih, mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu,
membiarkan hidup anak-anak perempuanmu, dan pada yang demikian itu ada cobaan
yang besar dari Rabbmu. Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan;
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat)
kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku
sangat pedih." Dan Musa berkata: "Jika kamu dan orang-orang yang ada
di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha
Kaya lagi Maha Terpuji." Qs. Ibrahim [14]: 6-8.
5.
Allah ta'ala berfirman,
ما يَفْعَلُ
اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَءَامَنتُمْ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا
عَلِيمًا.
"Mengapa Allah akan
menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? dan Allah adalah Maha Mensyukuri
lagi Maha Mengetahui." Qs.
an-Nisa [4]: 147.
6.
Allah ta'ala berfirman,
لَقَدْ كَانَ
لِسَبَرٍ فِي مَسْكَنِهِمْ وَآيَةٌ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِن
رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبُّ غَفُورٌ
فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيِّلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْتَهُم
بِجَنَّتَهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُل خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِّن سِدْرٍ
قَلِيل) ذَلِكَ جَزَيْنَهُم بِمَا كَفَرُوا وَهَلْ مُجْتَزِيَ إِلَّا الْكَفُورَ.
Sesungguhnya bagi kaum Saba ada
tanda (kekuasaan Rabb) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di
sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): "Makanlah
olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Rabbmu dan bersyukurlah kamu
kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb yang
Maha Pengampun." Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada
mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun
yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari
pahon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran
mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya
kepada orang-orang yang sangat kafir. Qs. Saba [34]: 15-17.
7.
Allah ta'ala berfirman,
وَلَقَدْ
وَآتَيْنَا دَاوُدَ وَسُلَيْمَانَ عِلْمًا وَقَالَا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي
فَضَّلَنَا عَلَى كَثِيرٍ مِّنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ
دَاوُدَ وَقَالَ يَنأَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا
مِن كُلِّ شَيْءٍ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ وَحُشِرَ لِسُلَيْمَانَ
جُنُودُهُ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ حَتَّى إِذَا
أَتَوْا عَلَى وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَتَأَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا
مَسَكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَنُ وَجُنُودُهُ، وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ
نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَى وَعَلَى وَلِدَى وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا
تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.
Dan Sesungguhnya Kami telah
memberi ilmu kepada Dawud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: "Segala
puji bagi Allah yang melebihkan Kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang
beriman." Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan Dia berkata: "Hai
manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi
segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang
nyata." Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan
burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila
mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: "Hai semut-semut,
masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan
tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari"; Maka dia tersenyum dengan
tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu, dan dia berdoa: "Ya Rabbku
berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau
anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan untuk mengerjakan amal
shalih yang Engkau ridlai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam
golongan hamba-hamba-Mu yang shalih." Qs. an-Naml [27]: 15-19.
8.
Nabi SAW bersabda,
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلُّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ
ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شكَرَ فَكَانَ
خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ.
"Mengagumkan urusan orang
mukmin, sesungguhnya semua urusannya baik, dan hal itu tidak dimiliki seorang
pun selain orang mukmin: Bila mendapat kesenangan ia bersyukur dan hal itu baik
baginya, dan bila tertimpa musibah ia bersabar dan hal itu baik baginya." Hr. Ahmad, no. 20161, Muslim, no. 2999,
ad-Darimiy, no. 2649, Ibnu Hibban, no. 2892 dari Shuhaib RA.
9.
Nabi SAW bersabda,
انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ
هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَحْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ
عَلَيْكُمْ.
"Lihatlah orang yang ada di
bawahmu dan jangan melihat kepada orang yang ada di atasmu, sebab itu lebih
baik agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah atas kamu." Hr. Ahmad, no. 7442, Muslim, no. 2963,
at-Tirmidziy, no. 2521, Ibnu Majah, no. 4142 dari Abi Hurairah RA.
10. Nabi SAW
bersabda,
مَنْ اسْتَعَادُكُمْ بِاللَّهِ فَأَعِيدُوهُ، وَمَنْ سَأَلَكُمْ بِاللَّهِ
فَأَعْطَوْهُ، وَمَنْ دَعَاكُمْ فَأَجِيْبُوْهُ وَمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ
مَعْرُوْفًا فَكَافِتُوهُ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُوْنَهُ فَادْعُوْا
لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَا فَأْتُمُوهُ.
"Barang siapa meminta
perlindungan kepadamu dengan nama Allah maka lindungilah dia, barang siapa yang
meminta-minta dengan nama Allah kepadamu maka berilah dia, barang siapa yang
mengundang kamu maka penuhilah undangannya, dan barang siapa yang berbuat
kebaikan kepadamu maka balaslah dia, kemudian apabila kamu tidak mendapat
sesuatu untuk membalasnya maka doakanlah dia hingga kamu melihat bahwa kamu
telah membalasnya." Hr.
Ahmad, no. 5365, Abu Dawud, no. 1424, an-Nasaiy. no. 2520, al-Hakim, no. 1534
dari Abdullah bin Umar RA.
11. Nabi SAW
bersabda,
مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ، فَقَالَ لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ اللَّهُ
خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ.
"Barang siapa yang
diperlakukan dengan baik kemudian dia mengucapkan, JAZAAKALLAAHU KHAIRAN' maka
sungguh dia telah memberikan pujian vang terbaik." Hr. at-Tirmidziy, no. 2042, Ibnu Hibban, no. 3412,
al-Baihaqiy dalam Syu'ab al-Iman, no. 9137 dari Usamah bin Zaid RA.
12. Nabi SAW
bersabda,
مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ، وَمَنْ لَمْ
يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ الله. التَّحَدُّثُ بِنِعْمَةٍ شُكْرٌ،
وَتَرْكُهَا كُفْرٌ.
"Barang siapa yang tidak
mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri yang banyak. Dan
barang siapa tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak akan bersyukur
kepada Allah. Membicarakan nikmat Allah termasuk syukur, sedangkan
meninggalkannya merupakan perbuatan kufur." Hr. Abdullah bin Ahmad dalam Musnad ayahnya, no.
18361, al-Baihaqiy dalam Syu'ab al-Iman, no. 9119 dari an-Nu'man bin Basyir RA
Dan rukun syukur itu adalah: Mengakui nikmat,
menisbahkannya kepada yang memberi nikmat (Allah SWT) dan menggunakannya pada
apa yang seharusnya", Lihat, Ta'liq Fath al-Majid Syarh Kitab
at-Tauhid, hal. 529.
·
Allah ta'ala berfiman,
يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُوهَا وَأَكْثَرُهُمُ
الْكَافِرُونَ.
Mereka mengetahui nikmat Allah,
kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang yang ingkar
kepada Allah. Qs.
an-Nahl [16]: 83.
·
Allah ta'ala berfiman,
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
إِذْ أَعْجَنكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ
وَيُذَحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ وَفِي ذَلِكُم بَلَاءٌ
مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ
لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ . وَقَالَ مُوسَى إِن تَكْفُرُوا أَنتُمْ وَمَن فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا
فَإِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ.
Dan ingatlah ketika Musa berkata
kepada kaumnya, "Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika dia menyelamatkan
kamu dari pengikut-pengikut Fir'aun; mereka menyiksa kamu dengan siksaan yang
pedih, dan menyembelih anak-anak kamu yang laki-laki dan membiarkan hidup
anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu suatu cobaan yang besar dari
rabbmu." Sungguh (ingatlah) saat rabbmu memaklumkanmu, "sesungguhnya
jika kamu bersyukur, niscaya aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika
kamu mengingkari (nikmatku) maka pasti odzabku sangat berat." Dan Musa
berkata, "Jika kamu dan orang yang ada di bumi semuanya mengingkari
(nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Maka Kaya, Maha Terpuji." Qs. Ibrahim [14]: 6-8.
·
Allah ta'ala berfiman,
إِنَّ قَرُونَ
كَانَ مِن قَوْمٍ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَمَاتَيْتَهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا
إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوا بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ
قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لَا تُحِبُّ الْفَرِحِينَ وَابْتَغِ فِيمَا
وَاتَنكَ اللهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
وَأَحْسِنَ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ مد إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي
الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى
عِلْمٍ عِندِي أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِن قَبْلِهِ مِنَ
الْقُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا وَلَا يُسْتَلُ
عَن ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ، قَالَ
الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَوَةَ الدُّنْيَا يَنلَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ
قَرُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ
وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا
يُلْقَنَهَا إِلَّا الصَّبِرُونَ فَخَسَفْنَا بِهِ، وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا
كَانَ لَهُ مِن فِئَةٍ يَنصُرُونَهُ مِن دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ
الْمُنتَصِرِينَ * وَأَصْبَحَ الَّذِينَ تَمَنَّوْا مَكَانَهُ بِالْأَمْسِ
يَقُولُونَ ويكان اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ،
وَيَقْدِرُ لَوْلَا أَن مِّنْ اللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بنا وكأنهُ لَا
يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ تَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا
يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا
وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ.
Sesungguhnya Karun adalah
termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah
menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh
berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat Ketika kaumnya berkata kepadanya:
"Janganlah kamu terlalu bangga; Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang terlalu membanggakan diri." Dan carilah pada apa yang
telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah
kamu melupakan bagianmu dari dunia dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah
berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Karun
berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada
padaku." Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah
membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak
mengumpulkan harta? dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa
itu, tentang dosa-dosa mereka. Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam
kermegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia:
"Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada
Karun; Sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar." Berkatalah
orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu,
pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal
shalih, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang
sabar." Maka Kami benamkan Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka
tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan
tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). Dan jadilah
orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata:
"Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki
dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan
karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah,
tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)." Negeri
akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri
dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi
orang-orang yang bertakwa. Qs. al-Qashash [28]: 76-83.
·
Nabi SAW bersabda,
إِنَّ ثَلاثَةٌ فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ أَبْرَصَ وَأَفْرَعَ وَأَعْمَى
بَدَا لِلَّهِ أَنْ يَبْتَلِيَهُمْ، فَبَعَثَ إِلَيْهِمْ مَلَكًا، فَأَتَى
الأَبْرَصَ، فَقَالَ: أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ: لَوْنٌ حَسَنٌ
وَجِلْدٌ حَسَنٌ، قَدْ قَذِرَنِي النَّاسُ. قَالَ: فَمَسَحَهُ، فَذَهَبَ عَنْهُ،
فَأُعْطِيَ لَوْنًا حَسَنًا وَجِلْدًا حَسَنًا، فَقَالَ: أَيُّ الْمَالِ أَحَبُّ
إِلَيْكَ؟ قَالَ: الإِبِلُ، فَأُعْطِيَ نَاقَةً عُشَرَاء. فَقَالَ: يُبَارَكُ لَكَ
فِيهَا. وَأَتَى الْأَقْرَعَ فَقَالَ: أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ:
شَعَرٌ حَسَنٌ، وَيَذْهَبُ عَنِّى هَذَا ، قَدْ قَذِرَنِي النَّاسُ، قَالَ:
فَمَسَحَهُ فَذَهَبَ وَأُعْطِيَ شَعَرًا حَسَنًا، قَالَ: فَأَيُّ الْمَالِ أَحَبُّ
إِلَيْكَ؟ قَالَ: الْبَقَرُ. قَالَ: فَأَعْطَاهُ بَقَرَةً حَامِلاً وَقَالَ:
يُبَارَكُ لَكَ فِيهَا. وَأَتَى الأَعْمَى فَقَالَ: أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ
إِلَيْكَ؟ قَالَ: يَرُدُّ اللَّهُ إِلَيَّ بَصَرِي، فَأَبْصِرُ بِهِ النَّاسَ،
قَالَ: فَمَسَحَهُ، فَرَدَّ اللهُ إِلَيْهِ بَصَرَهُ. قَالَ: فَأَيُّ الْمَالِ
أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ: الْغَنَمُ. فَأَعْطَاهُ شَاةٌ وَالِدًا فَأُنْتِجَ
هَذَانِ، وَوَلَّدَ هَذَا ، فَكَانَ لِهَذَا وَادٍ مِنْ إِبِلٍ، وَلِهَذَا وَادٍ
مِنْ بَعْرٍ، وَلِهَذَا وَادٍ مِنَ الْغَنَمِ ثُمَّ إِنَّهُ أَتَى الأَبْرَصَ فِي
صُورَتِهِ وَهَيْئَتِهِ، فَقَالَ: رَجُلٌ مِسْكِينَ، تَقَطَّعَتْ بِي الْجِبَالُ
فِي سَفَرِي، فَلا بَلاغُ الْيَوْمَ إِلا بِاللهِ ثُمَّ بِكَ، أَسْأَلُكَ
بِالَّذِي أَعْطَاكَ اللَّوْنَ الْحَسَنَ وَالْجِلْدَ الْحَسَنَ وَالْمَالَ بَعِيْرًا
أَتَبَلْعُ عَلَيْهِ فِي سَفَرِي، فَقَالَ لَهُ: إِنَّ الْحُفَوْقَ كَثِيرَةٌ.
فَقَالَ لَهُ: كَأَنِّي أَعْرِفُكَ، أَلَمْ تَكُنْ أَبْرَصَ يَقْذَرُكَ النَّاسُ،
فَقِيرًا فَأَعْطَاكَ اللَّهُ؟ فَقَالَ: لَقَدْ وَرِثْتُ لِكَابِرٍ عَنْ كَابِرٍ.
فَقَالَ: إِنْ كُنْتَ كَاذِبًا فَصَيَّرَكَ اللهُ إِلَى مَا كُنْتَ. وَأَتَى
الْأَقْرَعَ فِي صُورَتِهِ وَهَيْئَتِهِ، فَقَالَ لَهُ مِثْلَ مَا قَالَ لِهَذَا،
فَرَدَّ عَلَيْهِ مِثْلَ مَا رَدَّ عَلَيْهِ هَذَا فَقَالَ: إِنْ كُنْتَ كَاذِبًا
فَصَيَّرَكَ اللَّهُ إِلَى مَا كُنْتَ. وَأَتَى الأَعْمَى فِي صُورَتِهِ، فَقَالَ:
رَجُلٌ مِسْكِينٌ وَابْنُ سَبِيلٍ وَتَقَطَّعَتْ بِيَ الْجِبَالُ فِي سَفَرِي،
فَلا بَلاغَ الْيَوْمَ إِلا بِاللهِ ثُمَّ بِكَ، أَسْأَلُكَ بِالَّذِي رَدَّ
عَلَيْكَ بَصَرَكَ شَاةٌ أَتَبَلَّغْ بِمَا فِي سَفَرِي، فَقَالَ: قَدْ كُنْتُ
أَعْمَى فَرَدَّ اللهُ بَصَرِي، وَفَقِيرًا فَقَدْ أَغْنَانِي، فَخُذْ مَا شِئْتَ،
فَوَاللَّهِ لَا أَجْهَدُكَ الْيَوْمَ بِشَيْ أَخَذْتَهُ لِلَّهِ، فَقَالَ:
أَمْسِكَ مَالَكَ فَإِنَّمَا ابْتُلِيْتُمْ، فَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنْكَ
وَسَخِطَ عَلَى صَاحِبَيْكَ.
"Sesungguhnya ada tiga orang
dari Bani Israil, yaitu penderita lepra, orang berkepala botak dan orang buta.
Allah ingin menguji mereka bertiga, maka diutuslah kepada mereka seorang
malaikat.
Pertama, datanglah malaikat itu kepada si penderita
lepra dan bertanya kepadanya, "Apakah sesuatu yang paling kamu
inginkan?" la menjawab, "Rupa yang elok, kulit yang indah dan apa
yang telah menjijikkan orang-orang ini hilang dari tubuhku." Maka diusaplah
penderita lepra itu dan hilanglah penyakit yang dideritanya serta diberilah ia
rupa yang elok dan kulit yang indah. Malaikat pun bertanya lagi kepadanya,
"Lalu kekayaan apa yang paling kamu senangi?" Jawabnya,
"Unta." Maka diberilah ia seekor unta yang bunting dan didoakan,
"Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepadamu dengan unta ini." Kemudian
malaikat mendatangi orang berkepala botak dan bertanya kepadanya, "Apakah
sesuatu yang paling kamu inginkan?" la menjawab, "Rambut yang indah
dan hilang dari kepalaku apa yang telah menjijikkan orang-orang." Maka
diusaplah kepalanya dan hilanglah penyakitnya serta diberilah ia rambut yang
indah. Malaikat pun bertanya lagi kepadanya: "Lalu kekayaan apa yang
paling kamu senangi?" Jawabnya, "Sapi." Maka diberilah ia seekor
sapi bunting dan didoakan, "Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepadamu
dengan sapi ini." Selanjutnya malaikat tadi mendatangi yang buta dan
bertanya kepadanya, "Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?" la
menjawab, "Semoga Allah berkenan mengembalikan penglihatanku sehingga aku
dapat melihat orang-orang." Lalu ia diusap dan ketika itu penglihatannya
dikembalikan oleh Allah. Malaikat pun bertanya lagi kepadanya, "Lalu
kekayaan apa yang paling kamu senangi?" Jawabnya, "Kambing."
Maka diberilah ia seekor kambing yang bunting. Lalu berkembang biaklah unta,
sapi dan kambing tersebut, sehingga yang pertama mempunyai selembah unta, yang
kedua mempunyai selembah sapi dan yang ketiga mempunyai selembah kambing.
Kemudian datanglah malaikat itu kepada orang yang
sebelumnya menderita lepra dengan menyerupai dirinya dan berkata, "Aku
orang miskin, telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rezeki) dalam
perjalananku, sehingga tidak akan dapat melanjutkan perjalananku hari ini
kecuali dengan pertolongan Allah, kemudian dengan pertolongan anda. Demi Allah
yang telah memberi anda rupa yang elok, kulit yang indah dan kekayaan ini, aku
minta kepada anda seekor unta saja untuk bekal melanjutkan perjalananku. Tetapi
dijawab, "Hak-hak (tanggunganku) banyak." Malaikat yang menyerupai
orang penderita lepra itu pun berkata kepadanya, "Sepertinya aku mengenal
anda, bukankah anda ini yang dulu menderita lepra, orang-orang jijik kepada
anda, lagi pula melarat lalu Allah 'Azza wajalla memberi anda kekayaan?"
Dia malah menjawab, "Sungguh harta kekayaan ini hanyalah aku warisi
turun-temurun dari nenek-moyangku yang mulia lagi terhormat" Maka malaikat
itu berkata kepadanya, "Jika anda berkata dusta niscaya Allah akan mengembalikan
anda kepada keadaan anda semula."
Lalu malaikat tersebut mendatangi orang yang
sebelumnya berkepala botak dengan menyerupai dirinya dan berkata kepadanya
seperti yang ia katakan kepada yang pernah menderita lepra. Serta ia ditolak
sebagaimana ia telah ditolak oleh yang pertama itu. Maka berkatalah malaikat
yang menyerupai dirinya itu kepadanya, "Jika anda berkata dusta niscaya
Allah akan mengembalikan anda kepada keadaan anda semula."
Terakhir malaikat tadi mendatangi orang yang
sebelumnya buta dengan menyerupai dirinya pula dan berkata kepadanya, "Aku
adalah seorang miskin, kehabisan bekal dalam perjalanan dan telah terputus
segala jalan bagiku (untuk mencari rezeki) dalam perjalananku ini, sehingga aku
tidak akan dapat lagi melanjutkan perjalananku hari ini kecuali dengan
pertolongan Allah, kemudian dengan pertolongan anda. Demi Allah yang telah
mengembalikan penglihatan anda, aku minta seekor kambing saja untuk bekal
melanjutkan perjalananku." Orang itu menjawab, "Sungguh aku dahulu
buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Maka ambillah apa yang anda
sukai. Demi Allah sekarang ini aku tidak akan mempersulit anda dengan
mengembalikan sesuatu yang telah anda ambil karena Allah." Malaikat yang
menyerupai orang buta itu pun berkata, "Peganglah kekayaan anda, karena
sesungguhnya kalian ini hanyalah diuji (oleh Allah). Allah telah ridla kepada
anda, dan murka kepada kedua teman anda." Нг. al-Bukhariy pada Ahadits al-Anbiya, no. 3464,
Muslim dalam Kitab az-Zuhd, no. 2964 dari Abi Hurairah RA.
·
Allah ta'ala berfirman,
ثُمَّ
لَتُسْئَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
Kemudian benar-benar kamu akan
ditanya pada hari itu tentang semua kenikmatan. Qs. at-Takatsur [102]: 8.
·
Dan ketika Rasulullah SAW, Abu Bakar dan Umar telah
menakan buah kurma dan mereka minum air, Rasulullah SAW bersabda,
هَذَا مِنَ النَّعِيمِ الَّذِي تُسْأَلُوْنَ عَنْهُ.
"Ini adalah bagian dari
kenikmatan yang kalian akan diminta pertanggung jawaban darinya." Hr. Ahmad, no. 14828 dari Jabir RA.
·
Nabi SAW bersabda,
لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ : عَنْ
عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيْمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ
أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ قِيمَ أَبْلَاهُ.
"Kedua telapak kaki seorang
hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ditanya tentang umurnya pada
apa dia habiskan, tentang ilmunya apa yang telah dia amalkan, tentang hartanya
dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang tubuhnya pada apa dia
gunakan." Hr.
at-Tirmidziy pada Sifat al-Qiyamat, no. 2417, Abu Nu'aim pada Hilyat al-Auliya,
X: 232 dari Abi Barzah al-Aslamiy RA.
·
Nabi SAW bersabda, "Wahai Mu'adz, demi Allah,
aku mencintaimu." Kemudian sabdanya, "Aku wasiatkan kepadamu
wahai Mu'adz, janganlah engkau tinggalkan setiap selesai shalat untuk
mengucapkan,
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.
"Ya Allah, tolonglah hamba
untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu serta beribadah dengan baik
kepada-Mu." Hr. Ahmad, no.
22018, Abu Dawud, no. 1522, an-Nasaiy dalam al-Kubra, no. 9937, al-Hakim, no.
1038.
(Ust. Hamdan Abu Nabhan, Belajar Meneladani Akhlaq
Rasulullah: Seri Akhlaq Terpuji, Bandung: Maktabah Syaqib, Syawal, 1436 H.
hlm. 75-87)
Posting Komentar
Terima kasih telah berkomentar, kritik dan saran yang membangun sangatlah diharapkan