TERPUJINYA AKHLAQ SYUKUR



AKHLAQ TERPUJI SYUKUR

Syukur adalah ungkapan tentang kebaikan untuk membalas nikmat, baik dengan ucapan, anggota badan atau dengan hati. Dan syukur menurut 'urfiy (kebiasaan agama), adalah seorang hamba menggunakan semua yang Allah nikmatkan kepadanya dari pendengaran, penglihatan dan selain keduanya, sesuai dengan tujuan diciptakannya (untuk beribadah).

Cara Syukur kepada yang ada di atasmu dengan cara mentaatinya, dan kepada yang sebanding denganmu dengan membalas kebaikannya sedangkan kepada yang ada di bawahmu dengan berbuat baik kepadanya. Lihat, Kitab al-Ta'rifat, hal. 128, Tafsir al-Maraghly, 1: 115.

1.        Allah ta'ala berfirman,

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ والأبْصَرَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ.

"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur." Qs. an-Nahl [16]: 78.

2.       Allah ta'ala berfirman,

فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللهُ حَلَيْلاً طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدِّمَ وَلَحْمَ الْخِزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ، فَمَنِ اضْطُرْ غَيْر بَاغِ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ.

"Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya menyembah. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, tetapi barang siapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Qs. an-Nahl [16]: 114-115.

3.       Allah ta'ala berfirman,

وَلَقَدْ وَآتَيْنَا لُقْمَنَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ، وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ.

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, Yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang kufur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." Qs. Luqman [31]: 12.

4.      Allah ta'ala berfirman,

وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ أَعْجَنَّكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ وَيُذَيحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ وَفِي ذَلِكُم بَلَاءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ ) وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ وَقَالَ مُوسَى إِن تَكْفُرُوا أَنتُمْ وَمَن فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ.

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari (Fir'aun dan) pengikut-pengikutnya, mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak-anak perempuanmu, dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari Rabbmu. Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." Dan Musa berkata: "Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." Qs. Ibrahim [14]: 6-8.

5.       Allah ta'ala berfirman,

ما يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَءَامَنتُمْ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا.

"Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui." Qs. an-Nisa [4]: 147.

6.       Allah ta'ala berfirman,

لَقَدْ كَانَ لِسَبَرٍ فِي مَسْكَنِهِمْ وَآيَةٌ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِن رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبُّ غَفُورٌ فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيِّلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْتَهُم بِجَنَّتَهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُل خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِّن سِدْرٍ قَلِيل) ذَلِكَ جَزَيْنَهُم بِمَا كَفَرُوا وَهَلْ مُجْتَزِيَ إِلَّا الْكَفُورَ.

Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Rabb) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb yang Maha Pengampun." Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pahon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. Qs. Saba [34]: 15-17.

7.       Allah ta'ala berfirman,

وَلَقَدْ وَآتَيْنَا دَاوُدَ وَسُلَيْمَانَ عِلْمًا وَقَالَا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَنَا عَلَى كَثِيرٍ مِّنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُدَ وَقَالَ يَنأَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَيْءٍ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ وَحُشِرَ لِسُلَيْمَانَ جُنُودُهُ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ حَتَّى إِذَا أَتَوْا عَلَى وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَتَأَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَنُ وَجُنُودُهُ، وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَى وَعَلَى وَلِدَى وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.

Dan Sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Dawud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan Kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman." Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan Dia berkata: "Hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata." Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: "Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari"; Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu, dan dia berdoa: "Ya Rabbku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridlai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih." Qs. an-Naml [27]: 15-19.

8.      Nabi SAW bersabda,

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلُّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ.

"Mengagumkan urusan orang mukmin, sesungguhnya semua urusannya baik, dan hal itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mukmin: Bila mendapat kesenangan ia bersyukur dan hal itu baik baginya, dan bila tertimpa musibah ia bersabar dan hal itu baik baginya." Hr. Ahmad, no. 20161, Muslim, no. 2999, ad-Darimiy, no. 2649, Ibnu Hibban, no. 2892 dari Shuhaib RA.

9.       Nabi SAW bersabda,

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَحْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ.

"Lihatlah orang yang ada di bawahmu dan jangan melihat kepada orang yang ada di atasmu, sebab itu lebih baik agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah atas kamu." Hr. Ahmad, no. 7442, Muslim, no. 2963, at-Tirmidziy, no. 2521, Ibnu Majah, no. 4142 dari Abi Hurairah RA.

10.    Nabi SAW bersabda,

مَنْ اسْتَعَادُكُمْ بِاللَّهِ فَأَعِيدُوهُ، وَمَنْ سَأَلَكُمْ بِاللَّهِ فَأَعْطَوْهُ، وَمَنْ دَعَاكُمْ فَأَجِيْبُوْهُ وَمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوْفًا فَكَافِتُوهُ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُوْنَهُ فَادْعُوْا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَا فَأْتُمُوهُ.

"Barang siapa meminta perlindungan kepadamu dengan nama Allah maka lindungilah dia, barang siapa yang meminta-minta dengan nama Allah kepadamu maka berilah dia, barang siapa yang mengundang kamu maka penuhilah undangannya, dan barang siapa yang berbuat kebaikan kepadamu maka balaslah dia, kemudian apabila kamu tidak mendapat sesuatu untuk membalasnya maka doakanlah dia hingga kamu melihat bahwa kamu telah membalasnya." Hr. Ahmad, no. 5365, Abu Dawud, no. 1424, an-Nasaiy. no. 2520, al-Hakim, no. 1534 dari Abdullah bin Umar RA.

11.     Nabi SAW bersabda,

مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ، فَقَالَ لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ.

"Barang siapa yang diperlakukan dengan baik kemudian dia mengucapkan, JAZAAKALLAAHU KHAIRAN' maka sungguh dia telah memberikan pujian vang terbaik." Hr. at-Tirmidziy, no. 2042, Ibnu Hibban, no. 3412, al-Baihaqiy dalam Syu'ab al-Iman, no. 9137 dari Usamah bin Zaid RA.

12.    Nabi SAW bersabda,

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ، وَمَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ الله. التَّحَدُّثُ بِنِعْمَةٍ شُكْرٌ، وَتَرْكُهَا كُفْرٌ.

"Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri yang banyak. Dan barang siapa tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak akan bersyukur kepada Allah. Membicarakan nikmat Allah termasuk syukur, sedangkan meninggalkannya merupakan perbuatan kufur." Hr. Abdullah bin Ahmad dalam Musnad ayahnya, no. 18361, al-Baihaqiy dalam Syu'ab al-Iman, no. 9119 dari an-Nu'man bin Basyir RA

Dan rukun syukur itu adalah: Mengakui nikmat, menisbahkannya kepada yang memberi nikmat (Allah SWT) dan menggunakannya pada apa yang seharusnya", Lihat, Ta'liq Fath al-Majid Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 529.

·         Allah ta'ala berfiman,

يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُوهَا وَأَكْثَرُهُمُ الْكَافِرُونَ.

Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang yang ingkar kepada Allah. Qs. an-Nahl [16]: 83.

·         Allah ta'ala berfiman,

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ أَعْجَنكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ وَيُذَحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ وَفِي ذَلِكُم بَلَاءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ . وَقَالَ مُوسَى إِن تَكْفُرُوا أَنتُمْ وَمَن فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ.

Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika dia menyelamatkan kamu dari pengikut-pengikut Fir'aun; mereka menyiksa kamu dengan siksaan yang pedih, dan menyembelih anak-anak kamu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu suatu cobaan yang besar dari rabbmu." Sungguh (ingatlah) saat rabbmu memaklumkanmu, "sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmatku) maka pasti odzabku sangat berat." Dan Musa berkata, "Jika kamu dan orang yang ada di bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Maka Kaya, Maha Terpuji." Qs. Ibrahim [14]: 6-8.

·         Allah ta'ala berfiman,

إِنَّ قَرُونَ كَانَ مِن قَوْمٍ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَمَاتَيْتَهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوا بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لَا تُحِبُّ الْفَرِحِينَ وَابْتَغِ فِيمَا وَاتَنكَ اللهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنَ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ مد إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِندِي أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِن قَبْلِهِ مِنَ الْقُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا وَلَا يُسْتَلُ عَن ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ، قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَوَةَ الدُّنْيَا يَنلَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَرُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا يُلْقَنَهَا إِلَّا الصَّبِرُونَ فَخَسَفْنَا بِهِ، وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِن فِئَةٍ يَنصُرُونَهُ مِن دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنتَصِرِينَ * وَأَصْبَحَ الَّذِينَ تَمَنَّوْا مَكَانَهُ بِالْأَمْسِ يَقُولُونَ ويكان اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ، وَيَقْدِرُ لَوْلَا أَن مِّنْ اللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بنا وكأنهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ تَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ.

Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat Ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri." Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari dunia dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Karun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku." Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka. Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kermegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; Sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar." Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar." Maka Kami benamkan Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)." Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. Qs. al-Qashash [28]: 76-83.

·         Nabi SAW bersabda,

إِنَّ ثَلاثَةٌ فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ أَبْرَصَ وَأَفْرَعَ وَأَعْمَى بَدَا لِلَّهِ أَنْ يَبْتَلِيَهُمْ، فَبَعَثَ إِلَيْهِمْ مَلَكًا، فَأَتَى الأَبْرَصَ، فَقَالَ: أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ: لَوْنٌ حَسَنٌ وَجِلْدٌ حَسَنٌ، قَدْ قَذِرَنِي النَّاسُ. قَالَ: فَمَسَحَهُ، فَذَهَبَ عَنْهُ، فَأُعْطِيَ لَوْنًا حَسَنًا وَجِلْدًا حَسَنًا، فَقَالَ: أَيُّ الْمَالِ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ: الإِبِلُ، فَأُعْطِيَ نَاقَةً عُشَرَاء. فَقَالَ: يُبَارَكُ لَكَ فِيهَا. وَأَتَى الْأَقْرَعَ فَقَالَ: أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ: شَعَرٌ حَسَنٌ، وَيَذْهَبُ عَنِّى هَذَا ، قَدْ قَذِرَنِي النَّاسُ، قَالَ: فَمَسَحَهُ فَذَهَبَ وَأُعْطِيَ شَعَرًا حَسَنًا، قَالَ: فَأَيُّ الْمَالِ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ: الْبَقَرُ. قَالَ: فَأَعْطَاهُ بَقَرَةً حَامِلاً وَقَالَ: يُبَارَكُ لَكَ فِيهَا. وَأَتَى الأَعْمَى فَقَالَ: أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ: يَرُدُّ اللَّهُ إِلَيَّ بَصَرِي، فَأَبْصِرُ بِهِ النَّاسَ، قَالَ: فَمَسَحَهُ، فَرَدَّ اللهُ إِلَيْهِ بَصَرَهُ. قَالَ: فَأَيُّ الْمَالِ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ: الْغَنَمُ. فَأَعْطَاهُ شَاةٌ وَالِدًا فَأُنْتِجَ هَذَانِ، وَوَلَّدَ هَذَا ، فَكَانَ لِهَذَا وَادٍ مِنْ إِبِلٍ، وَلِهَذَا وَادٍ مِنْ بَعْرٍ، وَلِهَذَا وَادٍ مِنَ الْغَنَمِ ثُمَّ إِنَّهُ أَتَى الأَبْرَصَ فِي صُورَتِهِ وَهَيْئَتِهِ، فَقَالَ: رَجُلٌ مِسْكِينَ، تَقَطَّعَتْ بِي الْجِبَالُ فِي سَفَرِي، فَلا بَلاغُ الْيَوْمَ إِلا بِاللهِ ثُمَّ بِكَ، أَسْأَلُكَ بِالَّذِي أَعْطَاكَ اللَّوْنَ الْحَسَنَ وَالْجِلْدَ الْحَسَنَ وَالْمَالَ بَعِيْرًا أَتَبَلْعُ عَلَيْهِ فِي سَفَرِي، فَقَالَ لَهُ: إِنَّ الْحُفَوْقَ كَثِيرَةٌ. فَقَالَ لَهُ: كَأَنِّي أَعْرِفُكَ، أَلَمْ تَكُنْ أَبْرَصَ يَقْذَرُكَ النَّاسُ، فَقِيرًا فَأَعْطَاكَ اللَّهُ؟ فَقَالَ: لَقَدْ وَرِثْتُ لِكَابِرٍ عَنْ كَابِرٍ. فَقَالَ: إِنْ كُنْتَ كَاذِبًا فَصَيَّرَكَ اللهُ إِلَى مَا كُنْتَ. وَأَتَى الْأَقْرَعَ فِي صُورَتِهِ وَهَيْئَتِهِ، فَقَالَ لَهُ مِثْلَ مَا قَالَ لِهَذَا، فَرَدَّ عَلَيْهِ مِثْلَ مَا رَدَّ عَلَيْهِ هَذَا فَقَالَ: إِنْ كُنْتَ كَاذِبًا فَصَيَّرَكَ اللَّهُ إِلَى مَا كُنْتَ. وَأَتَى الأَعْمَى فِي صُورَتِهِ، فَقَالَ: رَجُلٌ مِسْكِينٌ وَابْنُ سَبِيلٍ وَتَقَطَّعَتْ بِيَ الْجِبَالُ فِي سَفَرِي، فَلا بَلاغَ الْيَوْمَ إِلا بِاللهِ ثُمَّ بِكَ، أَسْأَلُكَ بِالَّذِي رَدَّ عَلَيْكَ بَصَرَكَ شَاةٌ أَتَبَلَّغْ بِمَا فِي سَفَرِي، فَقَالَ: قَدْ كُنْتُ أَعْمَى فَرَدَّ اللهُ بَصَرِي، وَفَقِيرًا فَقَدْ أَغْنَانِي، فَخُذْ مَا شِئْتَ، فَوَاللَّهِ لَا أَجْهَدُكَ الْيَوْمَ بِشَيْ أَخَذْتَهُ لِلَّهِ، فَقَالَ: أَمْسِكَ مَالَكَ فَإِنَّمَا ابْتُلِيْتُمْ، فَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنْكَ وَسَخِطَ عَلَى صَاحِبَيْكَ.

"Sesungguhnya ada tiga orang dari Bani Israil, yaitu penderita lepra, orang berkepala botak dan orang buta. Allah ingin menguji mereka bertiga, maka diutuslah kepada mereka seorang malaikat.

Pertama, datanglah malaikat itu kepada si penderita lepra dan bertanya kepadanya, "Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?" la menjawab, "Rupa yang elok, kulit yang indah dan apa yang telah menjijikkan orang-orang ini hilang dari tubuhku." Maka diusaplah penderita lepra itu dan hilanglah penyakit yang dideritanya serta diberilah ia rupa yang elok dan kulit yang indah. Malaikat pun bertanya lagi kepadanya, "Lalu kekayaan apa yang paling kamu senangi?" Jawabnya, "Unta." Maka diberilah ia seekor unta yang bunting dan didoakan, "Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepadamu dengan unta ini." Kemudian malaikat mendatangi orang berkepala botak dan bertanya kepadanya, "Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?" la menjawab, "Rambut yang indah dan hilang dari kepalaku apa yang telah menjijikkan orang-orang." Maka diusaplah kepalanya dan hilanglah penyakitnya serta diberilah ia rambut yang indah. Malaikat pun bertanya lagi kepadanya: "Lalu kekayaan apa yang paling kamu senangi?" Jawabnya, "Sapi." Maka diberilah ia seekor sapi bunting dan didoakan, "Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepadamu dengan sapi ini." Selanjutnya malaikat tadi mendatangi yang buta dan bertanya kepadanya, "Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?" la menjawab, "Semoga Allah berkenan mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang-orang." Lalu ia diusap dan ketika itu penglihatannya dikembalikan oleh Allah. Malaikat pun bertanya lagi kepadanya, "Lalu kekayaan apa yang paling kamu senangi?" Jawabnya, "Kambing." Maka diberilah ia seekor kambing yang bunting. Lalu berkembang biaklah unta, sapi dan kambing tersebut, sehingga yang pertama mempunyai selembah unta, yang kedua mempunyai selembah sapi dan yang ketiga mempunyai selembah kambing.

Kemudian datanglah malaikat itu kepada orang yang sebelumnya menderita lepra dengan menyerupai dirinya dan berkata, "Aku orang miskin, telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rezeki) dalam perjalananku, sehingga tidak akan dapat melanjutkan perjalananku hari ini kecuali dengan pertolongan Allah, kemudian dengan pertolongan anda. Demi Allah yang telah memberi anda rupa yang elok, kulit yang indah dan kekayaan ini, aku minta kepada anda seekor unta saja untuk bekal melanjutkan perjalananku. Tetapi dijawab, "Hak-hak (tanggunganku) banyak." Malaikat yang menyerupai orang penderita lepra itu pun berkata kepadanya, "Sepertinya aku mengenal anda, bukankah anda ini yang dulu menderita lepra, orang-orang jijik kepada anda, lagi pula melarat lalu Allah 'Azza wajalla memberi anda kekayaan?" Dia malah menjawab, "Sungguh harta kekayaan ini hanyalah aku warisi turun-temurun dari nenek-moyangku yang mulia lagi terhormat" Maka malaikat itu berkata kepadanya, "Jika anda berkata dusta niscaya Allah akan mengembalikan anda kepada keadaan anda semula."

Lalu malaikat tersebut mendatangi orang yang sebelumnya berkepala botak dengan menyerupai dirinya dan berkata kepadanya seperti yang ia katakan kepada yang pernah menderita lepra. Serta ia ditolak sebagaimana ia telah ditolak oleh yang pertama itu. Maka berkatalah malaikat yang menyerupai dirinya itu kepadanya, "Jika anda berkata dusta niscaya Allah akan mengembalikan anda kepada keadaan anda semula."

Terakhir malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya buta dengan menyerupai dirinya pula dan berkata kepadanya, "Aku adalah seorang miskin, kehabisan bekal dalam perjalanan dan telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rezeki) dalam perjalananku ini, sehingga aku tidak akan dapat lagi melanjutkan perjalananku hari ini kecuali dengan pertolongan Allah, kemudian dengan pertolongan anda. Demi Allah yang telah mengembalikan penglihatan anda, aku minta seekor kambing saja untuk bekal melanjutkan perjalananku." Orang itu menjawab, "Sungguh aku dahulu buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Maka ambillah apa yang anda sukai. Demi Allah sekarang ini aku tidak akan mempersulit anda dengan mengembalikan sesuatu yang telah anda ambil karena Allah." Malaikat yang menyerupai orang buta itu pun berkata, "Peganglah kekayaan anda, karena sesungguhnya kalian ini hanyalah diuji (oleh Allah). Allah telah ridla kepada anda, dan murka kepada kedua teman anda." Нг. al-Bukhariy pada Ahadits al-Anbiya, no. 3464, Muslim dalam Kitab az-Zuhd, no. 2964 dari Abi Hurairah RA.

·         Allah ta'ala berfirman,

ثُمَّ لَتُسْئَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

Kemudian benar-benar kamu akan ditanya pada hari itu tentang semua kenikmatan. Qs. at-Takatsur [102]: 8.

·         Dan ketika Rasulullah SAW, Abu Bakar dan Umar telah menakan buah kurma dan mereka minum air, Rasulullah SAW bersabda,

هَذَا مِنَ النَّعِيمِ الَّذِي تُسْأَلُوْنَ عَنْهُ.

"Ini adalah bagian dari kenikmatan yang kalian akan diminta pertanggung jawaban darinya." Hr. Ahmad, no. 14828 dari Jabir RA.

·         Nabi SAW bersabda,

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ : عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيْمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ قِيمَ أَبْلَاهُ.

"Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ditanya tentang umurnya pada apa dia habiskan, tentang ilmunya apa yang telah dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang tubuhnya pada apa dia gunakan." Hr. at-Tirmidziy pada Sifat al-Qiyamat, no. 2417, Abu Nu'aim pada Hilyat al-Auliya, X: 232 dari Abi Barzah al-Aslamiy RA.

·         Nabi SAW bersabda, "Wahai Mu'adz, demi Allah, aku mencintaimu." Kemudian sabdanya, "Aku wasiatkan kepadamu wahai Mu'adz, janganlah engkau tinggalkan setiap selesai shalat untuk mengucapkan,

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.

"Ya Allah, tolonglah hamba untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu serta beribadah dengan baik kepada-Mu." Hr. Ahmad, no. 22018, Abu Dawud, no. 1522, an-Nasaiy dalam al-Kubra, no. 9937, al-Hakim, no. 1038.

(Ust. Hamdan Abu Nabhan, Belajar Meneladani Akhlaq Rasulullah: Seri Akhlaq Terpuji, Bandung: Maktabah Syaqib, Syawal, 1436 H. hlm. 75-87)

Post a Comment

Terima kasih telah berkomentar, kritik dan saran yang membangun sangatlah diharapkan

Lebih baru Lebih lama